Tampilkan postingan dengan label artikel dan motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel dan motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2016

Bekerja di Jalan Allah


Hasil gambar untuk bekerja keras images

Rasulullah SAW berjalan bersama para sahabat. Di suatu tempat beliau melihat beberapa orang pemuda kekar sedang membelah kayu bakar. Para sahabat berkata, "Sayang sekali para pemuda itu. Mengapa keperkasaan mereka tidak digunakan untuk berjuang di jalan Allah?"

Rasulullah bersabda, "Jangan berkata begitu. Sesungguhnya jika mereka bekerja agar terhindar dari meminta-minta, berarti mereka berada di jalan Allah. Jika mereka bekerja untuk mencari nafkah dan mencukupi kebutuhan keluarga atau orang tuanya, mereka juga berada di jalan Allah. Sebaliknya, jika mereka bekerja untuk bermegah-megahan dan memperkaya diri sendiri, berarti mereka berada di jalan setan."


sumber : pesantrenonline.com

Minggu, 14 Agustus 2016

Kisah Cacing, Tanah dan Benih

Hasil gambar untuk benih yang tumbuh

Sederhana nan mengelitik
Begitulah persabahatan cacing dengan Tanah.. saling membantu.. sang cacing membantu menyuburkan tanah.. dan sang tanah menyediakan tempat buat cacing berteduh..
Sungguh sebuah hal yang indah hidup saling berbagi.

Tiba-tiba sang tanah mendengar isak tangis, dan dia meminta bantuan sang cacing mencari dimana asal tangis berada, usut punya usut sang cacing pun melaporkan kepada sang tanah, ternyata datangnya dari sebuah benih yang tersesat dibawa sang angin.
Sang tanah pun meminta cacing membantunya merawat si benih dan membesarkannya..
Sang cacing berusaha menolak ajakan sang tanah untuk ikut membesarkannya… mereka berdebat sejenak, sang cacing bersikukuh bahwa sang benih yang tidak jelas asal usulnya tidak mungkin untuk dirawat, tetapi sang tanah yang bijak berkata, sebuah kebaikan tidak mengenal dari mana dia berasal ataupun siapapun bentuknya, meski berat hati akhirnya sang cacing mengajak benih masuk bersama sang tanah.. Dan mereka bersama merawat benih tersebut hingga menjadi pohon besar dan juga kokoh.

Kita tidak bisa melihat siapapun dari kulit luar ataupun dari usianya..
Sang Cacing memang tidak mengenal, tetapi sang Tanah mau belajar mengenal seseorang bukan dari rupa saja.


That’s the point..
sudahkah kita belajar mengenal orang lain bukan berdasarkan kulit luar, tetapi lebih mendasarkan rasa untuk belajar bersama dia.


by:budiyanto parma

Rabu, 24 Februari 2016

Hadiah



Hasil gambar untuk waktu

bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp.86.400,- setiap paginya

semua uang itu harus anda gunakan ,pada malam hari bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari, coba tebak ,apa yang akan anda lakukan? tentu saja menghabiskan semua uang itu.

setiap diri kita memiliki bank semacam itu,
bank itu bernama WAKTU ,
setiap pagi ,ia akan memberi anda 86.400 detik ,pada pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidk anda gunakan untuk tujuan baik. karena ia tidak  akan memberi sisa waktunya pada anda.

anda tidak bisa menariknya kembali, juga anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari.
anda harus hidup didalam simpanan hari ini,maka dari itu, investasikan untuk kesehatan,kebahagiaan dan kesuksesan anda.

jam terus berdetak.gunakan waktu anda dengan sebaik-baiknya.

agar tahu pentingnya waktu setahun,tanyakan pada murid yang tinggal kelas
agar tahu pentingnya waktu sebulan, tanyakan pada ibu yang melahirkan premature
agar tahu pentingnya waktu seminggu,tanyakan editor majalah mingguan
agar tahu pentingnya waktu sejam,tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu
agar tahu pentingnya waktu semenit,tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang
agar tahu pentingnya waktu sedetik,tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan
agar tahu pentingnya waktu semilidetik,tanyakan pada peraih medali perak olimpiade

"hargailah setiap waktu yang anda miliki,dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa"


by: kisah inspiratif
semoga berkah dan manfaat untuk antum semua

Selasa, 19 Januari 2016

Batu-Batu Pijakan




Sabtu pagi. “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah.

Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu, kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. Akibat kebutuhan yang mendesak itulah, ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku, juga adik-adikku.

Ada Wicaksono, kami memanggilnya Sony, di kelas ia selalu menjadi biang keributan, sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya, selain ia juga sombong. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya, seperti sepatu dan tas. Dilihat dari merk-nya sih, jelas tidak murah, bagus pula modelnya. Aku tak pernah iri kepadanya, hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya.

Sore menjelang Ashar, dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur.

Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. Hingga akhirnya Fauzan, seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. Ada yang lain di sekolah, petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku, hari ini begitu ramah. Di kelas, tak ada yang berubah kecuali Sony, teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya. Alhamdulillaah.

***

Itu dua belas tahun yang lalu, saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka, orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Yang kutahu cuma satu, Fauzan, teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM, Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah …

***

Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta, ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Ia memberi tanpa kata-kata, tanpa menepuk dada.

Saudaraku, mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. Meski cuma batu kecil, namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. Sayangnya, seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. Wallahu a’lam bishsowaab.


Bayu Gautama, 20/09/2002, teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku 

Senin, 04 Januari 2016

GEMA

Hasil gambar untuk ilustrasi perilaku


seorang anak mengisi waktu luang dengan mendaki gunung bersama ayahnya,entah mengapa tiba-tiba sang anak terssandung akar pohon dan jatuh.

"aduh!" jeritnya memecah keheningan suasana pegunungan, si anak amat terkejut, ketika mendengar di kejuhan meniruan teriakannya persis sama "aduh!"

dasar anak anak, ia berteriak lagi ."hei, siapa kau?" jawaban yang terdengar "hei, siapa kau?"
lantaran kesal mengetahui suaranya selalu di tirukan, si anak berseru "pengecut kamu!"
lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan yang serupa, ia bertanya kepada ayahnya, "apa yang terjadi?"

dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum,
"anakku,coba perhatikan" lelaki itu berkata keras "saya kagum padamu!" suara dari kejauhan menjawab "saya kagum padamu!"

sekali lagi sang ayah berteriak ," kamu, sang juara!" saura menjawab "kamu sang jaura!"
si anak  sangat keheranan ,meski demikian ia tetap belum mengerti.

lalu sang ayah menjelaskan " suara itu adalah GEMA , tapi sesungguhnya itulah KEHIDUPAN."

kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakan mu, dengan kata lain ,kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita.

bila kamu ingin mendapatkan lebih bnyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di hatimu.

bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tingggi, ya tingkatkan kemampuan itu.

hidup akan kembali memberikan kembalis egala sesuatu yang telah kamu berikan kepadanya , ingat, bukan sebuah kebetulan , tapi sebuah bayangan dirimu.


by :kisah inspirasi

Kamis, 13 Februari 2014

" ENAM HAL YANG AKAN DI CARI SYURGA "


"Barang siapa mengumpulkan enam pengetahuan maka surga akan mengejarnya dan sebaliknya neraka akan lari darinya.

Pertama,mengetahui ALLAH dan kemudian mentaati-Nya.

Kedua,mengetahui syetan dan kemudian menolak bujukannya.

Ketiga,mengetahui akhirat dan kemudian mencarinya.

Keempat,mengetahui dunia dan menolak tipuannya.

Kelima,mengetahui haq (kebenaran) dan kemudian mengikutinya.

Keenam,mengetahui kebathilan dan kemudian menjauhinya.(Ali bin Abi Thalib)



Rabu, 04 Desember 2013

Mau pilih yang mana?



Asalamualaikum wr.wb.
bismillah ..
semoga Hadist Rasulullah
mengenai Al-Qur'an ini dapat
menjadi sentilan dan renungan untuk diri kita.


Dari Anas bin Malik r.a mengatakan.Rasulullah Saw bersabda.:
"Perumapamaan orang mukmin yang senantiasa membaca Al-Qur'an adalah seperti buah jeruk.baunya wangi,rasanya enak.
dan perumpamaan orang mukmin yang selalu tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah kurma,tidak punya bau namun rasanya enak.
Perumpamaan orang durhaka yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah raihanah.baunya wangi namun rasanya pahit.
dan perumpamaan orang durhaka yang tidak membaca Al-Qur'an,seperti buah handzalah,rasanya pahit dan tidak berbau.
dan perumpamaan kawan yang shaleh adalah seperti penjual minyak wangi,sekalipun engkau tidak kena minyaknya,namun engkau mendapat buanya
.dan perumpamaan kawan jahat adalah seperti tukang besi,sekalipun engkau tidak terkena percikan besinya,namun engkau terkena asapnya."
(HR.Abu Dawud)

semoga dapat dijadikan renungan untuk kita.agar menjadi lebih baik.

Jumat, 01 November 2013

6 Persimpangan

Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu.

Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud, "....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."

Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya.

Minggu, 13 Oktober 2013

Tentang Waktu

Ambilah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambilah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambilah waktu untuk berdo'a, itu adalah sumber ketenangan.
Ambilah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambilah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang di berikan Tuhan.
Ambilah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambilah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.
Ambilah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti.
Ambilah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambilah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.

Selasa, 01 Oktober 2013

Dialog Antara Seorang Sahabat Dengan Anak Kecil

Salah seorang Sahabat pernah bercerita bahwa pada suatu hari ia masuk ke dalam salah satu masjid. Ketika itu ia melihat seorang anak laki-laki yang berumur kurang lebih sepuluh tahun sedang melakukan salat dengan khusyuknya. Setelah anak itu selesai melakukan salat, sahabat itu mendekatinya dan bertanya sesuatu kepadanya, dan terjadilah dialog antara keduanya.

"Siapa ayahmu, Nak?" tanya sahabat itu.

"Saya yatim piatu. Ayah dan ibu saya telah meninggal," jawab si anak itu.

Lalu ketika sahabat itu menawarkan diri untuk menjadi orang tua asuhnya, si anak menjawab, "Apakah tuan akan memberiku makan bila aku lapar? Memberiku minum bila aku kehausan? Memberiku pakaian bila aku memerlukannya? Dan menghidupkanku bila aku mati?"

Sahabat itu kaget atas pertanyaan terakhir. Sebab, menghidupkan seseorang setelah mati di luar kekuasaan manusia. Seakan-akan si anak itu mengemukakan argumentasi seperti yang terdapat dalam surat asy-Syu'araa' ayat 78-81 yang artinya, "Yaitu Tuhan, yang telah menciptakan aku, maka Dia menunjuki aku. Dan Tuhanku, Dia-lah yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku, dan Dia-lah yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku kembali."

Sahabat itu menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Adapun permintaanmu yang terakhir itu, menghidupkan sesudah mati, bukanlah kewenanganku. Aku tidak sanggup melakukannya."

Mendengar jawaban sahabat yang demikian, anak itu kemudian berpaling sambil berkata, "Kalau begitu silahkan tuan tinggalkan aku. Biarkanlah aku menghadap Allah yang menciptakan aku, yang memberi rezeki kepadaku, dan yang menghidupkan aku setelah mati."

Sahabat terdiam kagum melihat kecerdasan dan keimanan anak itu. Ia hanya bisa memandangnya berlalu dari hadapannya. Sungguh anak sekecil itu telah memiliki harta yang sangat mahal harganya, yaitu tauhid yang kuat.


sumber : alislam.or.id

Jumat, 27 September 2013

Hidup Itu Indah

Hidup itu indah
Jika Allah selalu di hati
Karena Allah...
Membaguskan yang buruk
Menyembuhkan yang sakit
Melapangkan yang sempit
Mengayakan yang miskin
Meringankan yang berat
Hingga hidup menjadi indah
Seindah ciptaanNya..

Jumat, 13 September 2013

Bisikan, Pikiran, Nafsu Birahi, Kehendak, Maksiat dan Kebiasaan



Ulama besar, Ibnul Qayyim berkata :

"Pertahankanlah bisikan yang berdetak agar tetap di hatimu, kalau tidak hal itu akan berubah menjadi buah pikiran. Bila telah berubah, pertahankanlah semampumu agar ia tetap berada dalam pikiranmu. Dan kalau tidak mampu, ia akan menjadi nafsu birahi.

Kendalikan nafsu agar ia tertundukkan, dan jika tidak akan lahir rencana buruk dalam bentuk kehendak. Jagalah kehendak itu, karena kalau tidak dijaga niscaya akan menjadi perbuatan maksiat.

Kalau perbuatan maksiat tidak bisa dicegah, ia akan menjadi temanmu sebagai suatu kebiasaan dan adalah sulit bagi manusia meninggalkan suatu kebiasaan."

bm5

Angan-angan Yang Memperdaya


Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Masud, Rasulullah SAW suatu hari duduk-duduk santai bersama para sahabatnya. Utusan Allah ini lalu menggambar empat persegi panjang di atas tanah. Dari tengah empat persegi panjang itu, kemudian ia menarik garis lurus yang menjulur keluar, lalu memberi garis-garis kecil menuju garis di tengah tersebut.

Para sahabat memperhatikan gambar itu penuh tanda tanya. Suasana menjadi hening. Begitu selesai, Rasulullah SAW lalu menjelaskan, ''Ini, titik yang berada di ujung garis di tengah, adalah menusia. Sedangkan keempat garis persegi panjang adalah ajal yang selalu mengitari kehidupannya di dunia ini.''

Jumat, 30 Agustus 2013

Membuktikan Hasil Shaum

Hasil shaum yang dapat kita nilai

"Bagaimana membuktikan hasil saum Ramadhan seseorang secara nyata?" tanya seorang murid kepada seorang mursyid (guru spiritual).

"Lihat saja perilakunya diluar bulan Ramadhan. Apakah ia masih tetap saum, menahan diri dari makan, minum dan syahwat yang berlebihan? Apakah ia masih rutin menegakkan shalat malam? Apakah ia suka berderma penuh keikhlasan, berbuat baik pada sanak saudara dan kenalan? Membantu orang yang membutuhkan dan siap ber-amar ma'ruf nahyi munkar? Jika ya, itulah wujud orang yang saumnya makbul. Jika tidak, berarti hanya saum formalitas. hanya mendapat lapar dan dahaga saja."


pesantrenonline.com

Kamis, 29 Agustus 2013

Kawan Setan


Setan dapat merusak, terutama jika kita terus mendengarkan mereka.

Menurut seorang ahli hikmah, setan mempunyai sahabat di kalangan manusia; terdiri dari sepuluh jenis. Yaitu :
  1. pemimpin yang menyeleweng,
  2. orang yang sombong,
  3. orang kaya yang tidak mempedulikan asal-usul kekayaannya serta tidak peduli dalam membelanjakannya,
  4. ulama yang mendukung penyelewengan penguasa,
  5. pedagang yang curang,
  6. penimbun makanan pokok,
  7. pezina,
  8. pemakan riba,
  9. orang kikir dan
  10. peminum alkohol.

pesantrenonline.com

Keluhan Burung Bulbul

Burung Bulbul adalah seekor burung yang hampir gila karena gairah nafsunya yang membara. Perasaanya dituangkan dalam ribuan nada dan nyayian. dan setiap nada mengandung rahasia-rahasia cinta.

"Rahasia-rahasia cinta tidak asing lagi bagiku" katanya.Aku selalu mengajarkan nyanyian-nyanyian baru dan selalu pula mengulang duka yang baru. Bila aku terpisah dari mawarku maka hidup akan terasa sunyi. Aku tidak dapat lagi bernyanyi. Dan tak akan kubisikkan rahasiaku kepada siapapun.


Kamis, 15 Agustus 2013

Dahsyatnya Sedekah

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :


Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"

Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"

Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"

Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"


Rabu, 17 Juli 2013

Ganjaran Recehan


Suatu ketika seorang kaya tapi kikir ingin bersedekah. Kebetulan di dalam sakunya ada sekeping uang receh seratus rupiah, yang sudah kehitam-hitaman. Uang itu segera dimasukkannya ke kotak amal di sebuah masjid.

Bertahun-tahun kemudian, setelah orang kikir itu meninggal dunia dan mengalami proses pembersihan di alam akhirat, ia tiba ke suatu tempat cukup nyaman dibandingkan dengan tempat yang selama ini ditinggalinya.


Sabtu, 29 Juni 2013

Apakah Tuhan Ada?

Dalam sebuah pesta ulang tahun anak komunis yang kaya raya di rumahnya, ia sengaja mengumpulkan anak-anak di sekitarnya dan ingin merusak pola pikir mereka agar tidak mengenal Tuhan. Salah satu anak seorang kiai terkenal diundang juga. Setelah anak-anak kumpul, sang komunis berkata:

"Anak-anak sekalian, Om mau tanya, 'Apakah Tuhan itu ada?' Ayo jawab siapa yang bisa menjawab Om kasih uang 500 ribu."

"Tuhan itu ada Om," teriak salah seorang anak yang mengharapkan hadiah uang.

"Kalau ada, coba kamu minta uang sama Tuhan," ujar sang komunis menguji jawaban anak itu. Namun sang anak malah bingung dan diam.

"Kenapa diam? pasti Tuhan tidak memberi kamu uang kan? Nah, coba kalau kamu minta uang sama Om."

"Om, minta uangnya dong," ujar anak tadi.

Lalu sang komunis itu segera memberikan selembar uang 100-an ribu.

"Nah, jadi Tuhan itu tidak ada, karena tidak dapat memberi kalian uang. Setuju enggak."

"Setuju...!!" Teriak anak-anak itu lalu mereka minta uang.

Sang komunis segera memberikan uang-uangnya.

Tiba-tiba terdengar jeritan, semua yang hadir menuju tempat tersebut. Ternyata anjing kesayangan sang komunis itu sedang sekarat akibat keracunan makanan. Sang komunis sangat sedih dan menangis.

"Maaf Om, bisakah Om menghidupkan anjing kesayangan Om itu?" tanya anak seorang kiai makrifat.

Sang komunis itu hanya terdiam sambil terus menangis. Lalu anak sang kiai itu berdoa dengan suara kencang.

"Ya Tuhan, tolonglah Om ini. Dia kebingungan karena anjingnya Kau buat sekarat. Ya Tuhan hidupkanlah anjing ini... karena aku yakin Tuhan itu ada."

Usai sang anak berdoa, dengan izin Tuhan, anjing yang sekarat itu mulai membaik. Semua yang hadir tersentak kaget. Sang komunis tersenyum senang.

"Ini nak, uang satu juta buat kamu. Karena kamu sudah menolong anjing Om," ujar sang komunis sambil memberikan uangnya.

"Tidak Om, terima kasih. Ternyata Tuhan itu memang ada, kan Om?" Kata sang anak itu lalu pergi pulang. Diikuti anak-anak yang lain sambil melempar uang 100 ribu yang dipegangnya.


Adu Kesombongan Tiga orang tua sedang berkumpul di sebuah rumah seorang kiai. Kebetulan ketiga orang ini termasuk yang sukses secara materi, mereka berbincang-bincang dengan seru.

Orang tua pertama, berkata, "Alhamdulillah, Allah telah memberikan aku rezeki yang berlimpah ruah. Hidupku sangat bahagia, punya 5 rumah mewah, kendaraan mewah 8 buah dan 15 perusahaan yang dikelola anak-anakku."

Orang tua kedua, "Saya juga sangat bersyukur, lima anak saya bergelar doktor. Mereka menjadi rebutan para pengusaha terkenal, gaji mereka di atas 30 juta. Saya sebagai orang tuanya hidup sangat bahagia."

Orang tua ketiga, "Alhamdulillah, saya ini punya istri empat dan 8 anak. Semua anak saya sudah mapan, 4 orang menjadi asisten menteri, 4 orang menjadi direktur di perusahaan asing. Mereka semuanya sangat baik, jadi saya bisa bermain ke mana saja dengan fasilitas anak-anak."

Dan pak kiai pun ikut berkata, "Wah, Alhamdulillah semua yang saya dengar dari bapak-bapak sangat hebat. Kalau saya jujur saja, di dunia ini belum ada yang bisa dibanggakan. Ibadah saya masih bolong-bolong, puasa suka tidak penuh, amal sangat sedikit. Bagaimana saya bisa hidup enak seperti bapak-bapak ini? Mudah-mudahan, saya bisa ikut menyombongkan diri kepada bapak-bapak di akhirat nanti. Soalnya saya baru bisa melihat sukses atau tidak hidup saya dan miskin atau kaya, baru nanti di akhirat kelak. Jadi saya tidak bisa sombong sekarang."

Ketiga orang tua itu tersenyum kecut penuh malu.

[dari guyon orang-orang makrifat, wibi ar]

Kamis, 20 Juni 2013

7 Ciri 'Sok Tahu'

'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq. 

1. Enggan Membaca

Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui. 

Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat. 

2. Enggan Menulis

Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia. 

Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"? 

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan

Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah. 

Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.

4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham

Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32) 

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah." 

5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain

Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi). 

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil." 

6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat

Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli. 

7. Suka Berdebat Kusir
Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran. 

Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-'Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu. Aamien. 




sumber : eramuslim